Kamis, 12 Januari 2012

PENGERTIAN INDUSTRI


PENGERTIAN INDUSTRI

       Sempit : kumpulan perusahaan yg menghasilkan produk sejenis (atau bersifat substitusi) dimana terdapat kesamaan bahan baku yg digunakan, proses, bentuk produk akhir, dan konsumen akhir.
       Luas : kumpulan perusahaan yg memproduksi barang dan jasa dg elastisitas silang (cross elasticities of demand) yg positif dan tinggi
       Ekonomika industri merupakan cabang ilmu ekonomi yg menjelaskan mengapa pasar diorganisasi dan bagaimana pengorganisasiannya mempengaruhi cara kerja industri.
       Ekonomi industri menelaah struktur pasar dan perusahaan yg secara relatif lebih menekankan pada studi empiris faktor-faktor yg mempengaruhi struktur, perilaku dan kinerja pasar.
       Ekonom Industri:
                - Pokok bahasan: tingkah laku perusahaan-perusahaan yg ada di dalam suatu industri.
- Dipelajari: langkah-langkah yg akan dilakukan oleh perusahaan terhadap para pesaingnya dan terhadap para konsumennya: harga, promosi atau periklanan, serta penelitian dan pengembangan (R&D).
- Menganalisis keterkaitan antara struktur pasar dan perilaku perusahaan dalam penentuan kinerja perusahaan
Perbedaan dengan teori ekonomi mikro:
- Fokus analisis ekonomi mikro pada umumnya membahas struktur pasar yg sederhana—persaingan dan monopoli. Sedangkan ekonomi industri membahas aplikasi-aplikasi penting dari pasar oligopoli
- Secara fundamental, ekonomi industri sangat konsen dengan permasalahan kebijakan pemerintah terhadap dunia bisnis (antimonopoli, regulasi, perijinan, kepemilikan publik atau negara).
       Analisa ekonomi industri: Stucture-conduct-performance School dan Chicago School.
       Stucture-conduct-performance School berargumen: 
                Monopoli adalah suatu fitur dari kebanyakan pasar:
- halangan paling serius untuk berfungsinya pasar secara efektif adalah perilaku strategis oleh beberapa perusahaan untuk mencegah perusahaan lain untuk bersaing.
- tujuannya: perusahaan dapat mencapai dan memelihara kekuatan untuk mengendalikan harga dari produk-produk mereka.
- Implikasinya: pemerintah harus menerapkan satu kebijakan kompetisi untuk membatasi perilaku strategis
Kerangka kerja Struktur-perilaku-kinerja
       Pengertian struktur (dalam konteks ekonomi industri) : sifat permintaan dan penawaran barang dan jasa yg dipengaruhi oleh jenis barang yg dihasilkan, jumlah dan ukuran distribusi penjual (perusahaan) dalam industri, jumlah dan ukuran distribusi pembeli, diferensiasi produk serta mudah tidaknya (persyaratan) masuk ke dalam industri.
       Struktur industri merupakan cerminan struktur pasar suatu industri.
       Pasar dalam arti sempit merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual. Dalam arti luas, pasar adalah wujud abstrak suatu mekanisme ketika pihak pembeli dan penjual bertemu untuk mengadakan transaksi yg melibatkan harga dan kuantitas.
       Jenis struktur pasar :
       Monopoli  : produsen tunggal, produk tanpa barang                substitusi yg dekat
       Persaingan sempurna  :  produsen banyak, produk           identik
       Persaingan tidak sempurna ;
       Oligopoli  :  produsen sedikit, sedikit perbedaan dlm produk
       Persaingan monopolistik  : produsen banyak, produk                                                        terdiferensiasi
       Unsur-unsur struktrur pasar :
       Jumlah dan Ukuran Distribusi Penjual
       Jumlah dan Ukuran Distribusi Pembeli
       Diferensiasi Produk
       Persyaratan masuk

PRILAKU
       Dalam ekonomi industri, perilaku diartikan sbg cara yg dilakukan oleh perusahaan agar mendapatkan pasar. Dengan kata lain, perilaku merupakan pola tanggapan dan penyesuaian berbagai perusahaan yg terdapat dalam suatu industri untuk mencapai tujuannya dan mengahadapi persaingan.
       Perilaku dapat dilihat sebagai cara perusahaan menentukan harga jual, promosi produk (iklan), koordinasi kegiatan di dalam pasar (kolusi, kartel, dsb), serta penelitian dan pengembangan (R&D).
       Perilaku perusahaan adalah satu hal yang menarik hanya ketika persaingan adalah tak sempurna.
       Dalam suatu pasar persaingan sempurna, satu perusahaan tidak dapat menentukan harga pasar. Dalam  keadaan yang demikian suatu perusahaan tidak memiliki perangsang untuk beriklan, untuk bereaksi pada saingan-saingan, atau untuk berusaha mencegah terjadinya entry.
       Sekalipun banyak perusahaan kecil dalam suatu industri kompetitif bisa mengkoordinir suatu kartel, perusahaan baru akan masuk ke dalam pasar. Situasi ini adalah berbeda bila kompetisi adalah tak sempurna.
       Unsur-unsur perilaku perusahaan :
       Kolusi/Kerjasama
       Perilaku Strategis
       Iklan / Penelitian dan Pengembangan

KOLUSI
       Kondisi-kondisi yg mendorong terjadinya kolusi :
       Pemusatan kekuatan pangsa pasar (konsentrasi)
       Kesamaan biaya produksi
       Kesamaan permintaan dari masyarakat
Macam-macam kolusi :
       Kartel
       Bentuk kartel yg standar adalah menetapkan peraturan dan hukuman yg disepakati anggota dan menempatkan beberapa staf utk mengawasi pelaksanaan peraturan tsb.
       Pengawasan meliputi : harga, output, diversifikasi produk, investasi dan pengumpulan keuntungan.
       Contoh : Kartel pemasaran
       Pengawasan
       Yg paling umum adalah pengawasan thd masuknya perusahaan baru ke dlm pasar.
       Para penjual dapat dibatasi ruang geraknya hanya pada satu sub pasar tertentu.
       Persetujuan
       Merupakan persetujuan penetapan harga antar perusahaan dg tujuan memelihara agar harga stabil, standarisasi, kontraksi yg teratur dan mengurangi ketidakpastian.
       Kolusi terselubung
       Biasanya dg stategi “kepemimpinan harga” dimana para perusahaan hidup berdampingan dan mengikuti serta mendukung penetapan harga yang ditetapkan oleh salah satu perusahaan secara teratur.

KINERJA
       Kinerja merupakan hasil kerja yg dipengaruhi oleh struktur dan perilaku industri dimana hasil biasa diidentikkan dg besarnya penguasaan pasar atau besarnya keuntungan suatu perusahaan di dalam suatu industri.
       Secara lebih rinci, kinerja dapat pula tercermin melalui efisiensi, pertumbuhan (termasuk perluasan pasar), kesempatan kerja, kesejahteraan personalia, serta kebanggaan kelompok.
       Unsur-unsur kinerja pasar :
       Profitability
       Efficiency
       Progressiveness

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar